Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

Kasih Seorang ibu

Sumber: Internet

 

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu

Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

 

Upah membantu ibu:

1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp 10.000

2) Menjaga adik Rp 10.000

3) Membuang sampah Rp 5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000

5) menyiram bunga Rp15.000

6) Menyapu Halaman Rp15.000

Jumlah : Rp 65.000

 

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

 

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS

2) OngKos berjaga setiap malam karena mengurusmu - GRATIS

3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS

4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS

Jumlah Keseluruhan dari Nilai Kasihku – SEMUA GRATIS

 

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu,

memeluknya dan berkata, “ Ma'afkan saya Bu , Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar

Mother is the best super hero in the world & She's Loves is for Free.

Selasa, 14 Mei 2013

Lima Jari Tangan

LIMA JARI TANGAN

Lima jari tangan mengadakan pertemuan dengan tujuan memutuskan siapakah
sesungguhnya di antara mereka yang paling unggul.

Pertama-tama, jempol tangan dengan bangganya berkata: "Asalkan saya mengacungkan
jempol, berarti menandakan bahwa sayalah yang paling unggul!"

Jari telunjuk dengan gusarnya membantah dan berkata: "Setiap kali ingin makan, selalu
menggunakan telunjuk untuk mencolek dan mencicipinya. Tanpa dapat mencicipi makanan
dan makan, semuanya tidak bisa hidup. Oleh karena itu, sayalah yang paling unggul."

Jari tengah juga tidak mau kalah dan berkata: "Diantara kita, sudah pasti sayalah yang paling
tinggi dan panjang. Oleh karena itu, anda semua harus mendengarkan perintah saya!"

Jari manis dengan tenangnya berkata: "Setiap kali upacara pernikahan, cincin kawin selalu
dikenakan pada saya. Demikian pula segala macam cincin perhiasan yang bagus dan mahal
selalu dikenakan pada saya! Bagaimana anda dapat menyamakan diri dengan saya?"

Keempat jari masing-masing membanggakan diri, namun hanya jari kelingking yang berdiam
diri. Keempat jari tersebut kemudian dengan perasaan heran berkata: "Kenapa kamu berdiam
diri?"

Jari kelingking dengan rendah hatinya berkata: "Saya adalah yang paling kecil dan
paling akhir, bagaimana mungkin saya dapat menyamakan diri dengan anda sekalian?"

Pada waktu keempat jari merasa senang sekali mendengar ucapan tersebut, jari kelingking
melanjutkan: "Tetapi pada waktu memberikan salam dan hormat (anjali - bersikap hormat
dengan merangkapkan kedua tangan di dada) kepada Sang Buddha dan orang bijaksana
lainnya; sayalah yang paling depan dan dekat dengan mereka!"

Di dalam masyarakat kita sering menjumpai orang-orang yang menganggap dirinya paling
unggul. Orang yang benar-benar unggul bukanlah diukur dengan kedudukan, nama besar
dan lain sebagainya. Orang yang benar-benar unggul adalah orang yang dapat menghormati
orang lain dan dapat mengerti keadaan orang lain.

Bila seseorang dapat menerima dan memaklumi keadaan suatu keluarga, maka dialah yang
patut disebut sebagai kepala keluarga. Demikian pula bila seseorang dapat menerima
masyarakat, jagat raya, maka hatinya akan semakin lapang dan dapat bersatu dengan
kebenaran Dharma, dia adalah seorang pemimpin besar.

Di dunia ini, sesuatu yang terhormat dan agung haruslah tumbuh dari ketulusan hati!


Sumber : Buku I Zhe Lu Hwa Liang Yang Ching
Oleh : Maha Bhiksu Shing Yun
Penyadur : Tan Chau Ming

Nilai dari sebuah perdebatan

Oleh Anthony De Mello

 

Sang Guru tak mau berdebat dengan siapa pun, karena ia tahu bahwa yang dicari oleh "pendebat" adalah pembenaran atas keyakinannya, bukan kebenaran.
Suatu ketika Sang Guru menunjukkan kepada mereka nilai sebuah perdebatan:

"Sepotong roti bermentega jatuh. Yang bermentega di sisi atas atau bawah?"
"Tentu saja, sisi yang bermentega di bagian bawah."
"Tidak, sisi yang bermentega di atas."
"Ayo kita uji."
Sepotong roti diolesi mentega lalu dilempar ke atas. Jatuh. Sisi yang bermentega berada di atas!
"Saya menang."
"Hanya karena saya membuat satu kesalahan."
"Kesalahan apa?"
"Saya mengoleskan mentega pada sisi yang salah."

Selasa, 29 November 2011

Selalu Menginginkan yang Enak-enak saja

Dulu ketika Tuhan menciptakan sapi, monyet, anjing dan manusia,Tuhan berkata, “Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50th.”
Sang sapi keberatan, “Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah, kukembalikan kepadamu yg 30 tahun.” Maka setujulah Tuhan..
Di hari ke-2, Tuhan menciptakan monyet. “Hai monyet, hiburlah manusia, Aku berikan kau umur 20 tahun!”
Sang monyet menjawab, “What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah, kukembalikan 10 tahun padaMu.” Maka setujulah Tuhan..
Di hari ke3,Tuhan menciptakan anjing, “Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya, untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun.”
Sang anjing menolak, “Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? No way! Kukembalikan 10 tahun padaMu.” Maka setujulah Tuhan.
Di hari ke-4, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan, “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya, akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!”
Sang manusia keberatan, katanya “Menikmati kehidupan selama 25 tahun?
Itu terlalu pendek Tuhan.. Let’s make a deal.. Karena sapi mngembalikan 30tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun padamu, maka berikanlah semuanya itu padaku, semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju ?” Maka setujulah Tuhan..
AKIBATNYA
Pada 25 tahun pertama, kehidupan sebagai manusia kita makan, tidur dan bersenang-senang.
30 tahun berikutnya, menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.
10 tahun kemudian, kita membuat cucu tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.
Dan 10 tahun berikutnya, kita tinggal di rumah, duduk di depan pintu, dan menggonggong kepada org yg lewat, Uhuk,,,, uhuk,,,,(batuk).
“Mangkanya gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya”

Jumat, 12 November 2010

Hanya Waktu yang Sanggup Memahami Betapa Berharganya Cinta

Pada zaman dahulu, terdapat sebuah pulau dimana segala perasaan tinggal: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan segala yang lain, termasuk Cinta.

Pada suatu hari, diumumkanlah kepada perasaan-perasaan itu bahwa pulaunya akan segera tenggelam, maka semuanya harus membangun perahu lalu pergi. Kecuali Cinta.

Cinta adlh satu-satunya yang tinggal. Cinta ingin bertahan hingga saat terakhir.

Ketika pulau itu sudah hampir tenggelam, Cinta memutuskan mencari pertolongan.

Kekayaan melewati Cinta dalam sebuah perahu bsar. Cinta mengatakan, "Kekayaan, apakah aku boleh ikut?"

Kekayaan menjawab, "Tidak. Perahu'ku penuh dengan emas dan perak. Tidak ada tempat untukmu."

Cinta memutuskn untuk meminta pertolongan kepada kesia-siaan yg jg lwt dalam sbuah kapal yang indah. "Kesia-sian, tolonglah aku!"

"Aku tidak mungkin menolongmu. Kamu basah kuyup, jangan-jangan perahu ku rusak nanti,"demikian Kesia-siaan menjawab.

Kesedihan lewat, maka Cinta meminta tolong, "Kesedihan, izinknlah aku ikut."

"Oh,,Cinta, aku sedih sekali sehingga aku perlu menyendiri!

Kebahagiaan juga lewat namun ia demikian bahagianya sehingga bahkan tidak mendengar ketika Cinta memanggilnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara, "Ayo, Cinta, aku akan mengajakmu." Ternyata itu suara salah satu senior. Demikian bahagia dan sukacita, Cinta bahkan lupa menanyakan kepada sang senior, kemana mereka menuju. Ketika mereka tiba ditanah yang kering, sang senior melanjutkan perjalanannya. Menyadari betapa ia berutang budi kepada sang senior, Cinta menanyakn kepada Pengetahuan, yang juga senior, "Siapa yang menolong aku itu?"

"Waktu," jawab si Pengetahuan.

"Waktu?" Demikian Cinta bertanya heran. "Mengapa waktu menolongku?"

Pengetahuan tersenyum dengan hikmat mendalam, dan menjawab, "Karena hanya Waktu yang sanggup memahami, betapa berharganya Cinta."

Senin, 08 November 2010

Falsafah 5 Jari

            * Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
            * Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
            * Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari
            telunjuk.
            * Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar
            sehingga
            diberi hadiah cincin.
            * Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah
            anda
            waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling
            sentuh jari
            kelingking).

            Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing
            jari,
            mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong
            anggota
            tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

            Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol
            semua?
            Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan
            segala
            perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling
            menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan
            untuk
            saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah
            kasih
            sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.
            
            Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

About

Pengikut