Minggu, 12 Mei 2013


5 Jenis Gelas

5 Macam sikap seseorang yang mendapat suatu pelajaran, bagaikan 5 jenis gelas

1. Gelas Pertama adalah gelas yg tertutup.
... Karena tertutup gelas ini tidak tidak dapat diisi dengan apapun.
Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yg tidak mau menerima apapun kata-kata dari siapapun.
Orang ini menganggap ajaran orang lain adalah salah, meskipun dirinya tak tahu apa yg benar.
Ia tak mau menimbang & merenungkan kata-kata orang lain.

2. Gelas Kedua adalah gelas yg sudah penuh berisi air.
Karena itu tidak dapat di isi dengan apapun.
Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang mau mendengar, tetapi karena di dalam dirinya
sudah ada ajaran yg dia percaya pasti benar,
maka ajaran yg baru tak bisa masuk.
Ajaran yg sudah ia dengar ini menghalangi dirinya 'tuk mau menimbang & merenungkan
kata-kata dari orang lain.

3. Gelas Ketiga adalah gelas yg pecah.
Karena itu sekalipun dapat diisi, gelas ini tak bisa
menampung air yg dituangkan kedalamnya.
Gelas ini menggambarkan seseorang yg tidak mampu mencerna ajaran. Karena itu,
meskipun dia ini mau mendengar, mau merenungkan ajaran yg diterima, ada halangan kekotoran batin yg membuat dirinya tak mampu memahami ajaran.
Entah itu halangan fisik, halangan mental, / kebodohan.

4. Gelas Keempat adalah gelas yg berisi kotoran.
Karena itu apapun yg dituangkan ke dalam gelas ini akan menjadi kotor.
Gelas ini menggambarkan seseorang yg punya sikap jahat.
Jika orang ini bertemu dgn yg lebih pandai,
ia akan menjadi iri. Kalau bertemu dengan yang lebih bodoh,
ia akan menghina. Kalau bertemu dengan yang setara,
ia menganggapnya sebagai pesaing.
Orang seperti gelas ke empat adalah tipe orang yg paling dihindari oleh seorang guru.
Jika ada murid seperti ini, guru yg bijaksana akan menjauh.

5. Gelas ke Lima adalah Gelas kosong yg bisa di isi oleh berbagi macam pengetahuan,
& ini merupakan sikap seseorang yg ideal 'tuk belajar.

Jumat, 10 Mei 2013

Quote Q.E.D

why??? why don't you face another person?
you think alone, and answers alone,,,
this is not mathematic, you know!
~Q.E.D.

Ryounen


Ryonen, seorang bhiksuni Zen dilahirkan pada tahun 1797. Ia adalah cucu seorang samurai Jepang terkenal: Shingen.
Ryonen tersohor akan kecantikannya yang amat memikat, juga akan kejeniusannya dalam puisi. Maka sejak 17 tahun ia terpilih menjadi pengiring Ratu Putri di Istana. Dalam usia yang masih amat muda, posisinya sangat terhormat -- janji karier cerah pun terbentang.
Namun Sang Ratu meninggal dunia mendadak -- segala harapan Ryonen pupus berantakan. Ia lalu menjadi sangat sadar akan betapa rapuhnya hidup ini.  Sejak itu tumbuh niatnya menekuni Zen. Akan tetapi orangtuanya melarang niat Ryonen, memaksanya untuk menikah. Dengan janji bahwa ia boleh menjadi bhiksuni setelah melahirkan tiga orang anak, ia pun setuju buat menikah. Janji tersebut tergenapi menjelang ia berusia 25 tahun. Suami dan sanak keluarga tak bisa lagi mencegah tekadnya. Ia bercukur rambut, mengambil nama tahbisan: Ryonen -- yang berarti "menyadari dengan jelas"; -- ia memulai pengembaraan spiritualnya.
Sampai di kota Edo, ia memohon Master Tetsugyu agar diterima sebagai murid. Hanya dalam sekilas sang Zen Master menampik, karena ia terlalu cantik.
Ia pergi ke guru lain, Master Hakuo. Hakuo juga menolak dengan alasan yang sama, mengatakan bahwa: kecantikannya cuma bakal jadi sumber masalah. Ryonen memungut besi panas dan menempelkan bara itu ke wajah. Dalam sekejab kecantikannya pun hancur selamanya. Ia diterima sebagai murid Hakuo.
.....
Mengenang pengalaman tersebut, Ryonen menulis puisi dibalik sebuah cermin kecil:
Dalam melayani Sang Ratu,
aku membakar dupa buat mengharumkan pakaian yang indah.
Kini sebagai bhiksuni pengembara,
kubakar wajahku buat memasuki biara Zen.
.....
Ketika menyadari waktunya telah tiba untuk meninggal dunia, ia menulis satu puisi lagi:
T'lah enampuluh enam kali mata ini menyaksikan keindahan musim gugur ...
Aku sudah bicara cukup tentang rembulan.
Tak usah menginginkan lebih.
Hanya dengarkanlah gemerisik pohon cemara dan cedar saat angin tak berhembus.

 
-----------------------------------------------------------------------------------
dari buku Zen Flesh, Zen Bones -- oleh Paul Reps; Tuttle Publ. 1998
diterjemahkan: agus santoso, Jogja.

Quote detective conan


Pengamatan yang cermat adalah kunci seorang detektif (Shinichi Kudo, DC vol 1)

Apapun alasannya, aku memang seorang pembunuh, aku juga menjadi iblis, buktinya mata seorang ksatria kecil yang tulus tidak bisa ditipu—chap32 

Mungkin jika bersembunyi terus seperti ini, bisa lolos dari polisi. Tapi tak akan bisa lolos dari perasaan bersalah (Conan Edodawa, DC vol 2)

Jangan bersikap sombong! Kalau mau mati, mati saja! Mungkin kamu memang telah membalaskan dendam Atsuko, tapi setelah itu kamu menyerang Ran bukan untuk dia. Kamu takut, takut jika terbukti, itulah sebabnya kamu menyerang ran. Kamu yang sekarang bukan pahlawan, hanyalah seorang pembunuh berdarah dingin!!—Conan—Chap44

Huh, Siapa yang setan?! Aku tak tahu, bagaimanapun alasannya,Aku tak ingin tahu perasaan seorang pembunuh
(Kogoro Mouri—vol 09)


Jangan bicara bodoh! di dunia ini tak ada orang yang pantas mati!! Tapi jika ada seseorang yang meninggal, seseorang akan bersedih..cukup aku saja yang merasakan perasaan itu. (Vol 10)

Hattori Heiji: I guess you won this time, Kudo. Your deduction was superior than mine.
Kudo Shin'ichi: You're wrong. There is no deduction that's superior or inferior... because there is only one truth. (Vol 10)
Bodoh, walau menang atau kalah dalam hipotesa, tak ada yg lebih di atas atau di bawah...sebab kebenaran selalu hanya ada satu. (shinichi kudo)

Pepatah mengatakan, kenyataan lebih menakjubkan daripada cerita (vol 13)

Kupu2 yg kehilangan sayapnya akan jatuh ke tanah dan mati (vol 13)

Huh...jangan mengejekku! Aku tak mau naik panggung jika trik sulapku sudah ketahuan! Sekarang aku akan pergi ke polisi dan menarik layarku sendiri..(vol 14)

Jika kamu meremehkan wanita, kamu bisa celaka—Yusaku Kudo (vol 14)

Jangan berlebihan menilaiku...aku Cuma kelihatan tegar dari luar saja...sebenarnya aku Cuma wanita biasa yg tidak bisa memberikan apa2 pada muridku (Yonehara--vol 15)

Kasus misterius bisa dihentikan, tapi tampaknya aku tidak bisa menghentikan air mata deras yang mengalir dari bola mata detektif yang lembut ini (conan/shinichi—vol 15)

Detektif yang berhasil menangkap pelaku dengan hipotesanya tetapi membiarkan pelaku bunuh diri sama saja dengan pembunuh (conan—vol 16)

Huh!! Di dunia ini tidak ada org yg sempurna, aku pun Cuma salah satunya (conan vol 16)

Pokoknya, membohongi diri seperti apapun tak akan bisa membohongi mata anak2 (conan—vol 16)
Pencuri adalah seniman yang terampil dalam hal mencuri barang, sedangkan detektif tidak lebih dari tukang kritik yang mencari-cari kesalahan orang lain (Kaito kid, DC vol 16)

Tenang saja...dia pasti tertangkap, sebab dia bukan penyihir melainkan manusia yang punya tipu muslihat (conan, vol 16)

Benda yang mempunyai bentuk suatu saat akan musnah, Fusuimaru hanya kembali ke tanah (vol 16)

Jangan main2!! Bagaimana aku bisa mengerti orang yg membuat racun untuk membunuh manusia (conan-vol18)

Ai: Kamu pintar berlagak jadi anak kecil..
Conan: tapi...tidak sepintar kamu yg bisa pura2 menangis(vol18)

Sebentar lagi akan kutunjukkan padamu yang namanya kebenaran. Di dunia ini tak ada satu pun teka teki yang tak bisa terpecahkan (Shinichi Kudo-vol18)

Aku memanggilmu karena ingin memperlihatkan osaka pada kalian...sebab kita tidak tahu kapan manusia akan mati...Heiji Hatori (vol19)

Seorang yang bodoh pernah mengatakan jangan mati karena mengejar penjahat dengan teori (Heiji Hattori)

Manusia tak akan bisa menahan lajunya waktu. Jika memaksa memutarnya, manusia akan mendapat hukuman (Ai Haibara-vol20)

Sifat emosional kadang menghambat analisa dan menjauhkan kita dari kenyataan (Shinichi Kudo—vol 20)

Titik kecil yang mudah luput dari mata, justru lebih esensial dari apapun (Shinichi Kudo, DC vol 21)
It's always the little things, that we overlook, that are most important.- Kudo(vol 21)

Yang namanya keadilan bukanlah hal kecil yang bisa diucapkan sembarangan, melainkan hal yang dipendam teguh di dalam hati kita sendiri (Miwako Sato, DC vol 21)
Justice isn't a word you should say out loud. It is something you keep locked secure inside your heart.- Sato(vol 21)

Tapi adakalanya anak TK lebih cerdas dari orang dewasa (Shiratori, vol 21)

Walaupun sulit dipercaya, tapi itulah kenyataannya. Dia tetap setan pembunuh kejam bertopeng manusia yang membunuh (Heiji Hatori, vol 21)

Kalau kau memang kagum dengan novelku itu...aku ingin kau menyerahkan diri...sebab...rencanaku, di akhir novel itu si pelaku menyesali semua dosanya dan menyerahkan diri pada polisi (yusaku kudo-vol22)



kau mengejar kebenaran dengan menipu semua orang...
cermin yang selalu memantulkan kejujuran ini tidak bisa memantulkan dirimu yang sebenarnya (ai haibara-vol23)

aku tak ingin putrimu mengalami nasib yang sama seperti aku...rasa kesepian karena ditinggal ayah sejak kecil (miwako sato-vol24)

Tugas sebenarnya dari kami para dokter, bukanlah mengautopsi mayat dan menemukan pembunuhnya, melainkan menolong korban dan mencegah pembunuh (Tomoaki Araide, DC vol 24)

Tidak...akan kuikuti usulanmu, walaupun terlalu baik untuk seorang pembunuh, tapi aku masih belum mau kehilangan perasaan manusia (vol 24)

Walaupun bisa membaca hati orang lain, kalau sudah menyangkut diri sendiri, sulit (Heiji Hattori-vol26)

Trik adalah puzzle yang dibuat manusia. Jika manusia mau memeras otak, suatu saat pasti bisa mendapat jawaban yang logis. Memalukan! Alasan manusia untuk sulit untuk dijelaskan walaupun masuk akal. Walaupun bisa dipahami, tapi tak bisa diakui (Shinichi Kudo, DC vol 26)
Mysteries are just puzzles created by human mind. If you think them over long enough, you can work out a logical situation. But no matter how many times they try to explain it to me, I can never figure out why one person would kill another. I can understand it in my head but it just doesn't make sense AT ALL."

Alasan manusia membunuh sulit untuk dijelaskan walaupun masuk akal. Walau bisa dipahami, tapi tak bisa diakui (Shinichi Kudo-vol26)

Walaupun nama kasus dan nama pelakunya tersisa dalam ingatan...tak akan ada yang ingat nama polisi yang tewas dalam kasus itu selain polisi. Tapi...kita bukan bekerja untuk diingat orang (miwako sato—vol 27)

Yang penting bukanlah darimana kau mendapat pengetahuan itu. Tapi, dimana kamu bisa menerapkannya (Ai Haibara, DC vol, 28)

Nyawa itu berharga karena ada batasnya, dan batas itulah yang membuat kita berjuang (Heiji Hattori, DC vol 28)

Bunga memang lemah dan tidak bisa apa-apa. Walaupun diselubungi pagar agar terhindar dari hujan dan panas, bunga akan layu dan merindukan sinar matahari. kalau badai datang, pagar sekokoh apapun tak bisa jadi perisai (Ai Haibara, DC vol 33)

Apa ada? Kalau dia benar2 ada, tak seorang pun manusia di dunia ini yang akan menemui kemalangan...Ya...malaikat tidak pernah tersenyum padaku...Tidak pernah!!! (sharon vineyard/vermouth—vol34)

Kami dapat menjadi Tuhan maupun setan. Karena kami melawan arus waktu untuk membangkitkan orang mati
(Vermouth-vol 37)

Kamis, 01 Desember 2011

Nama Baik atau Nasib Buruk


Di masa lalu hiduplah seorang peramal yang sangat terkenal karena kepandaiannya membaca nasib orang. Dia mempunyai banyak pengikut dan penggemar. Muridnya pun banyak.
Suatu ketika ia memamerkan keahlian ilmu meramalnya di hadapan para pengikut dan para muridnya. Ia kumpulkan murid-muridnya. Ia menunjukkan kehebatan ilmu meramal yang dikuasainya.
Setelah meramal nasib beberapa orang yang hadir, seorang pengikutnya mengatakan, “Guru, bisakah Anda meramalkan nasib Anda sendiri?”.
Ternyata, guru itu belum pernah meramal nasibnya sendiri. Karena merasa tertantang, maka dengan ilmunya, ia meramalkan nasibnya sendiri dihadapan para pengikut dan para muridnya.
Sungguh mengejutkan, hasil dari ramalan itu ternyata menunjukkan bahwa ia akan meninggal hari itu juga, setelah matahari tebenam. Para pengikut dan muridnya gempar. Ia pun sangat bersedih, tetapi segera ia bisa menerima hal itu. Ia segera mengutus para murid untuk mempersiapkan upacara kematian dirinya malam itu.
Sore harinya, ia menunggu-nunggu saat kematiannya. Sampai malam hari, tidak terjadi apa-apa. Orang-orang sudah berkumpul untuk menunggui saat-saat terakhirnya. Guru itu mulai diliputi kebingungan. Ia mulai berpikir, “apakah ilmu meramalku meleset?”
Tepat tengah malam, guru itu diliputi perasaan malu, karena ilmu meramalnya yang selama ini di banggakan ternyata meleset. Dengan rasa malu ia membenturkan kepalanya di dinding dan meninggal dunia.

Cerita Buddha dan Seekor Kodok

Ini sebuah kisah Zen. Alkisahnya, ada seekor kodok yang baru saja pergi dari berjalan-jalan di daratan. Ketika kembali berenang di kolam, dia bertemu dengan seekor ikan mas yang telah mengenalnya. “Halo Tuan Kodok, Anda dari mana saja?”, “Oh, saya baru saja datang dari berjalan-jalan di daratan”,jawab Sang Kodok. “Daratan? Apa itu daratan? Saya belum pernah mendengar ada tempat yang bernama daratan”. “Daratan ialah tempat di mana Anda dapat berjalan-jalan diatasnya”, Sang Kodok mencoba menerangkan tentang daratan pada Si Ikan Mas. “Oh ya, dapat berjalan-jalan diatasnya? Saya tidak percaya bahwa Anda baru saja dari daratan. Menurut saya, tidak ada tempat yang disebut daratan”, Si Ikan Mas membantah dengan sengit. “Baiklah jika Anda tidak percaya, yang pasti saya tadi memang datang dari daratan”, balas Sang Kodok dengan sabar. “Tetapi, Tuan Kodok, coba katakan pada saya, apakah daratan itu dapat dibuat gelembung, jika saya bernafas didalamnya?” “Tidak”. “Apakah saya dapat menggerakkan sirip-sirip saya didalamnya?” “Tidak”. “Apakah tembus cahaya?” “Tidak”. “Apakah saya dapat bergerak mengikuti gelombang?” “Tidak, tentu saja”, jawab Sang Kodok dengan sabar. “Nah, Tuan Kodok, saya sudah menanyakan Anda tentang daratan, dan semua jawaban Anda adalah “Tidak”, dan itu berarti daratan itu tidak ada”, Si Ikan Mas menjawab dengan perasaan puas. “Baiklah, jika Anda berkesimpulan seperti itu. Yang jelas, saya tadi memang datang dari daratan dan daratan itu nyata adanya”,Sang Kodok menjawab sambil berlalu.


Si Ikan Mas, karena dia adalah seekor ikan yang hidupnya di air, maka dia tidak pernah mengetahui bahwa ada dunia lain selain dunia airnya. Kareena dia hanya mengenal dunia air, maka semua pertanyaan ynag diajukan tentang daratan, tetap berkaitan dengan dunia air. Sebaliknya Sang Kodok, dia dapat hidup di dua dunia, dunia air dan daratan. Karenanya, Sang Kodok mengerti bahwa ada dunia lain selain dunia air tempat para ikan hidup. Dia mengerti sepenuhnya dunia air, dia juga mengerti sepenuhnya daratan, karena dia sudah mengalami pengalaman empiris di dua dunia itu.

Demikian pula dengan Buddha. Buddha mengerti sepenuhnya alam duniawi beserta segala fenomenanya dan Nibbana sebagai pembebasan dari segala fenomena. Karena Beliau telah mengalami pengalaman empiris kehidupan duniawi dan pencapaian Nibbana. Kita adalah si ikan mas yang keras kepala. Sepanjang kita belum pernah mengalami pencapaian Nibbana, seberapa hebatnya Buddha menerangi tentang Nibbana, kita tak kan mengerti. Bukan berarti Buddha gagal mencerahi kita. Kebodohan kita sendirilah yang menghalangi pencerahan yang mestinya terjadi.

Mutiara pencerahan itu ada dalam diri kita. Buddha telah menunjukkan jalannya. Kini yang perlu kita lakukan hanyalah meneguhkan hati untuk menjalani jalan yang telah ditunjukkan tersebut. Mengalami sendiri pencapaian Nibbana dan mengerti apakah Nibbana itu dengan sepenuhnya. Dan menjadi orang yang menmenangi pertarungan yang sejati.

About

Pengikut