Senin, 13 Mei 2013

Tiada Air, Tiada Bulan

Ketika Bhikshuni Chiyono mendalami Zen di bawah bimbingan Bukko dari Engaku, ia tak kunjung mencapai hasil meditasinya dalam waktu yang lama. Hingga pada suatu malam di bawah sinar rembulan, ketika ia sedang membawa air dalam sebuah ember tua yang terikat oleh bambu, bambunya putus dan bagian bawah ember itu terlepas. Saat itu pula Chiyono merasa lepas, dan tercerahkan!

Untuk mengenang kisah ini, ia menulis sebuah puisi:

Ini dan itu telah kucoba tuk menyelamatkan ember tua ini.
Karena tali bambu ini telah retas dan nyaris putus,
Hingga akhirnya dasar ember pun terlepas.
Tiada lagi air di ember!
Tiada lagi bulan di air!

(101 Koan Zen, by Paul Reps & Nyogen Senzaki, penerbit Karaniya)

Siapakah Yang Gila dan Siapakah yang waras???

Sumber: Buku Senyum Donk, Dunia Belum Kiamat, Oleh Chuang

 

Sebuah berita di koran hari ini melaporkan pada saya tentang sebuah survei yang hasilnya sungguh-sungguh mengejutkan: satu di antara empat penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Atau bila ditulis dengan kalimat yang lebih bombastis, kata gangguan jiwa pada judul laporan tersebut dapat diganti dengan kata “gila” (walaupun penggantian kata ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, karena seseorang yang mengidap gangguan jiwa belum tentu gila), maka kalimat tersebut akan berbunyi sbb: satu di antara empat penduduk Indonesia adalah orang gila.

Tentunya ini bukan kabar yang menyenangkan, bukan? Sebab, siapa sih yang senang disebut sebagai orang gila? Mungkin reaksi kita akan persis sama seperti para pejabat yang dengan serta merta bertingkah laku bak orang kebakaran jenggot kala mendengar kabar bahwa rakyat di daerahnya mengalami bencara kelaparan.

Kembali ke soal orang gila itu. Kita mengetahui atau kita dapat menyebut seseorang sebagai orang gila bila orang tersebut memenuhi kriteria-kriteria kegilaan. Dan sebaliknya, seseorang pun dapat disebut waras apabila orang tersebut memenuhi kriteria-kriteria kewarasan.

Persoalannya, siapakah sebenarnya yang berhak menyusun kriteria-kriteria kegilaan dan kewarasan, dan dengan demikian berhak memutuskan seseorang sebagai orang gila dan lainnya sebagai orang waras? Siapakah si tukang stempel itu, yang mencap stempel waras pada seseorang, dan mencap stempel gila pada lainnya? Di dunia di mana orang-orang yang mengaku waras lebih dominan, maka siapa pun yang bertingkah laku di luar kriteria kewarasan yang sudah menjadi kesepakatan, akan dengan mudah dicap sebagai orang gila. Dan dunia kita sekarang ini, tampaknya, adalah dunia seperti itu. Tetapi andaikata ada sebuah dunia di mana orang-orang yang kita anggap gila adalah pihak yang dominan, pihak yang berkuasa penuh. Tentunya siapa pun yang dianggap bertingkah laku waras (menurut anggapan kita di dunia kita ini), akan di cap sebagai orang gila di dunia seperti itu, bukan?

Kalau soalnya jadi begini, lalu siapakah sebenarnya orang gila dan siapa yang benar-benar waras?

Bingung, ya?

Saya juga bingung koq hehehhehehehehe…….

Darah Bombay

Selama ini kita hanya mengenal 4 macam golongan darah yakni A, B, AB dan O. Namun ternyata ada satu golongan darah lagi yang jarang diketahui publik. Golongan darah tersebut adalah golongan darah Bombay.

 

 

Disebut golongan darah Bombay sebab golongan darah ini pertama kali ditemukan di Bombay, India oleh Kelompok Donor darah setempat, kurang lebih 100 tahun silam atau sekitar tahun 1900-an.

 

 

Dari setiap 250.000 orang hanya satu orang yang kemungkinan memiliki golongan darah ini, kecuali di India. Dalam pengamatan di India dari 7600 orang salah satunya memiliki golongan darah ini. Jenis darah Bombay ini juga diperkirakan hanya dimiliki oleh mereka yang merupakan keturunan India khususnya bagian Timur India.

 

 

Golongan darah bombay diketahui bukan merupakan kelompok atau bagian dari golongan A atau B, meski sebagian menganggapnya kelompok darah O. Saat dilakukan tes lebih lanjut, kelompok Darah Bombay  memiliki kecocokan untuk O negatif atau O positif lantaran tidak adanya Antigen 'h'.

 

 

Lalu apa kelebihan dari pemilik golongan darah ini. Hingga saat ini penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk mencari kelebihan dari pemilik golongan darah ini, seperti apakah mereka kebal terhadap jenis penyakit tertentu.

 

 

Namun efek negatifnya diketahui yakni pemilik darah Bombay hanya bisa menerima transfusi darah dari golongan darah yang sama. Jika tidak, akan mengakibatkan reaksi transfusi hemolitik yang dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Meski begitu, fenotipe Bombay bisa ditransfusikan keseluruh golongan darah.

 

Fenotipe Bombay merupakan golongan darah langka yang menunjukkan tidak adanya antigen A, B, H pada sel darah merah, melainkan menunjukan adanya antibodi -A, anti-B dan anti -H dalam serum.

 

Individu-individu langka dengan fenotipe Bombay tidak mengekspresikan zat H pada sel darah merah mereka dan oleh sebab itu antigen A atau B tidak terikat. Sebaliknya, mereka memproduksi antibodi untuk zat H (yang hadir pada semua sel merah kecuali yang dari fenotipe hh) serta untuk kedua antigen A dan B. Dan karenanya hanya kompatibel dengan donor hh lainnya.

 

Jika kamu pemilik golongan darah Bombay, ada baiknya kamu rutin melakukan donor darah dan menyimpannya pada bank darah. Itu ditujukan agar sewaktu-waktu kamu membutuhkannya, kamu tidak akan kesulitan mencari pemilik golongan darah yang sangat langka ini.

 

Tes Otak

Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus.

Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

 

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda… .

Siap? GO!!!

 

Pertanyaan pertama:

Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?

 

Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!

 

Jangan ngaco lagi, ya?.

Sekarang jawab pertanyaan kedua, tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan

pertama tadi, OK ?

 

Pertanyaan Kedua:

Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi…?

 

Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI… Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

 

Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ‘ kan?

 

Pertanyaan ketiga:

Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja. JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.

 

Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi.

Sekarang tambahkan 30 . ! Tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000 Sekarang tambahkan 10. Berapa totalnya?

 

Apakah hasilnya 5000 ?

 

Jawaban yang benar adalah 4100.

Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!

Hari apes, ‘kan? Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar…….Mungkin.

 

Pertanyaan keempat:

Ayah Mary punya lima andak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini, 4. Nono. Siapa nama anak kelima?

 

Apa anda menjawab Nunu?

BUKAN! Tentu saja bukan. Anak kelima namanya Mary. Baca lagi pertanyaannya!

 

Okay, sekarang ronde bonus:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi…

Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?

 

Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu…

 

KIRIMKANLAH TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI ORANG-ORANG YG MERASA PINTAR YG ANDA KENAL!

He..he..he…

About

Pengikut