Ketika
Bhikshuni Chiyono mendalami Zen di bawah bimbingan Bukko dari Engaku, ia tak
kunjung mencapai hasil meditasinya dalam waktu yang lama. Hingga pada suatu
malam di bawah sinar rembulan, ketika ia sedang membawa air dalam sebuah ember
tua yang terikat oleh bambu, bambunya putus dan bagian bawah ember itu
terlepas. Saat itu pula Chiyono merasa lepas, dan tercerahkan!
Untuk
mengenang kisah ini, ia menulis sebuah puisi:
Ini
dan itu telah kucoba tuk menyelamatkan ember tua ini. Karena tali bambu ini telah retas dan nyaris putus, Hingga akhirnya dasar ember pun terlepas. Tiada lagi air di ember! Tiada lagi bulan di air!
(101 Koan Zen, by Paul Reps & Nyogen Senzaki,
penerbit Karaniya)
Sumber: Buku
Senyum Donk, Dunia Belum Kiamat, Oleh Chuang
Sebuah berita di koran hari ini
melaporkan pada saya tentang sebuah survei yang hasilnya sungguh-sungguh
mengejutkan: satu di antara empat penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Atau
bila ditulis dengan kalimat yang lebih bombastis, kata gangguan jiwa pada judul
laporan tersebut dapat diganti dengan kata “gila” (walaupun penggantian kata
ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, karena seseorang yang mengidap gangguan
jiwa belum tentu gila), maka kalimat tersebut akan berbunyi sbb: satu di antara
empat penduduk Indonesia adalah orang gila.
Tentunya ini bukan kabar yang
menyenangkan, bukan? Sebab, siapa sih yang senang disebut sebagai orang gila?
Mungkin reaksi kita akan persis sama seperti para pejabat yang dengan serta
merta bertingkah laku bak orang kebakaran jenggot kala mendengar kabar bahwa
rakyat di daerahnya mengalami bencara kelaparan.
Kembali ke soal orang gila itu. Kita
mengetahui atau kita dapat menyebut seseorang sebagai orang gila bila orang
tersebut memenuhi kriteria-kriteria kegilaan. Dan sebaliknya, seseorang pun
dapat disebut waras apabila orang tersebut memenuhi kriteria-kriteria
kewarasan.
Persoalannya,
siapakah sebenarnya yang berhak menyusun kriteria-kriteria kegilaan dan
kewarasan, dan dengan demikian berhak memutuskan seseorang sebagai orang gila
dan lainnya sebagai orang waras? Siapakah si tukang stempel itu, yang mencap
stempel waras pada seseorang, dan mencap stempel gila pada lainnya? Di dunia di
mana orang-orang yang mengaku waras lebih dominan, maka siapa pun yang
bertingkah laku di luar kriteria kewarasan yang sudah menjadi kesepakatan, akan
dengan mudah dicap sebagai orang gila. Dan dunia kita sekarang ini, tampaknya,
adalah dunia seperti itu. Tetapi andaikata ada sebuah dunia di mana orang-orang
yang kita anggap gila adalah pihak yang dominan, pihak yang berkuasa penuh.
Tentunya siapa pun yang dianggap bertingkah laku waras (menurut anggapan kita
di dunia kita ini), akan di cap sebagai orang gila di dunia seperti itu, bukan?
Kalau soalnya jadi begini, lalu siapakah
sebenarnya orang gila dan siapa yang benar-benar waras?
Selama ini kita hanya mengenal 4
macam golongan darah yakni A, B, AB dan O. Namun ternyata ada satu golongan
darah lagi yang jarang diketahui publik. Golongan darah tersebut adalah
golongan darah Bombay.
Disebut golongan darah Bombay sebab
golongan darah ini pertama kali ditemukan di Bombay, India oleh Kelompok Donor
darah setempat, kurang lebih 100 tahun silam atau sekitar tahun 1900-an.
Dari setiap 250.000 orang hanya satu
orang yang kemungkinan memiliki golongan darah ini, kecuali di India. Dalam
pengamatan di India dari 7600 orang salah satunya memiliki golongan darah ini.
Jenis darah Bombay ini juga diperkirakan hanya dimiliki oleh mereka yang
merupakan keturunan India khususnya bagian Timur India.
Golongan darah bombay diketahui
bukan merupakan kelompok atau bagian dari golongan A atau B, meski sebagian
menganggapnya kelompok darah O. Saat dilakukan tes lebih lanjut, kelompok Darah
Bombay memiliki kecocokan untuk O negatif atau O positif lantaran tidak
adanya Antigen 'h'.
Lalu apa kelebihan dari pemilik
golongan darah ini. Hingga saat ini penelitian lebih lanjut masih dilakukan
untuk mencari kelebihan dari pemilik golongan darah ini, seperti apakah mereka
kebal terhadap jenis penyakit tertentu.
Namun efek negatifnya diketahui
yakni pemilik darah Bombay hanya bisa menerima transfusi darah dari golongan
darah yang sama. Jika tidak, akan mengakibatkan reaksi transfusi hemolitik yang
dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Meski begitu, fenotipe
Bombay bisa ditransfusikan keseluruh golongan darah.
Fenotipe Bombay merupakan golongan
darah langka yang menunjukkan tidak adanya antigen A, B, H pada sel darah
merah, melainkan menunjukan adanya antibodi -A, anti-B dan anti -H dalam serum.
Individu-individu langka dengan
fenotipe Bombay tidak mengekspresikan zat H pada sel darah merah mereka dan
oleh sebab itu antigen A atau B tidak terikat. Sebaliknya, mereka
memproduksi antibodi untuk zat H (yang hadir pada semua sel merah kecuali yang
dari fenotipe hh) serta untuk kedua antigen A dan B. Dan karenanya hanya
kompatibel dengan donor hh lainnya.
Jika kamu pemilik golongan darah
Bombay, ada baiknya kamu rutin melakukan donor darah dan menyimpannya pada bank
darah. Itu ditujukan agar sewaktu-waktu kamu membutuhkannya, kamu tidak akan
kesulitan mencari pemilik golongan darah yang sangat langka ini.
Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan
bonus.
Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir
sedetik, jawab segera. OK?
Ayo cari tahu, seberapa pintar anda… .
Siap? GO!!!
Pertanyaan pertama:
Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua.
Sekarang posisi anda nomor berapa?
Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR!
Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor
dua!
Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua, tapi jangan berpikir lebih
banyak daripada ketika menjawab pertanyaan
pertama tadi, OK ?
Pertanyaan Kedua:
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda
di posisi…?
Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir,
anda SALAH LAGI… Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?
Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ‘ kan?
Pertanyaan ketiga:
Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran
anda saja. JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.
Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000
lagi.
Sekarang tambahkan 30 . ! Tambahkan 1000 lagi. Sekarang
tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000 Sekarang tambahkan 10. Berapa totalnya?
Apakah hasilnya 5000 ?
Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!
Hari apes, ‘kan? Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa
benar…….Mungkin.
Pertanyaan keempat:
Ayah Mary punya lima andak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini, 4.
Nono. Siapa nama anak kelima?
Apa anda menjawab Nunu?
BUKAN! Tentu saja bukan. Anak kelima namanya Mary. Baca lagi
pertanyaannya!
Okay, sekarang ronde bonus:
SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi.
Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya
pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi…
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli
kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?
Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu…
KIRIMKANLAH TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI ORANG-ORANG YG
MERASA PINTAR YG ANDA KENAL!